Suara Tuhan dari Punakawan

Semar, siapa yang tidak tahu semar? kebanyakan orang jawa atau yang pernah tinggal di jawa pasti tau atau seenggaknya pernah dengar soal Semar. Semar bersama bolo-bolo nya di Punakawan adalah rekaan asli dari budaya jawa. Berbeda dari versi aslinya, di pewayangan jawa pihak pandawa didampingi oleh sekelompok abdi yang sangat setia dan juga jenaka, Punakawan.

Mungkin untuk sekilas, penampilan punakawan nggak mencerminkan apa-apa melainkan hanya untuk mencairkan suasana, karena fisik dan wajah-wajah mereka yang lucu, tapi sebenernya tiap-tiap anggota Punakawan punya cerita sendiri-sendiri lho..

Ada banyak versi untuk Semar, tapi yang pasti dia adalah penjelmaan dewa, tepatnya Batara Ismaya yang turun ke bumi untuk mengasuh Pandhawa. Gareng dan Petruk dulu juga adalah kesatria yang tangguh, sakti yang bertengkar satu sama lain yang karena saking lamanya berkelahi fisik dan muka keduanya jadi rusak.  Dalam perjalananya turun ke Bumi, Semar yang melihat mereka berkelahi kemudian melerai mereka dan mengajak untuk ikut Semar menjalani jalan kebenaran dengan turut serta mengasuh Pandhawa.Sedangkan Bagong, dia adalah hadiah dari Sang Hyang Tunggal berupa perwujudan dari bayangan Semar yang setia menemani Punakawan lainya.

Penokohan Punakawan sebagai abdi kaum ksatria Pandhawa, terutama Semar disini seolah mencerminkan bahwa sesungguhnya suara mereka sebagai pengasuh dan pemberi nasehat tersebut adalah personifikasi dari suara rakyat biasa yang dalam negara demokrasi  bagaikan suara tuhan. Demokrasi bukanlah apa-apa bila suara rakyatnya endak ditanggepi, demokrasi palsu, Demokrasi cuma sampah kalau tujuan utamanya cuman mengibuli dan memeras rakyatnya. Karena negara sendiri terbentuk dari rakyat, jadi apa gunanya negara  kalau tidak melibatkan rakyat didalamnya?

Sama seperti Punakawan yang punya kesaktian sendiri-sendiri dan merupakan penjelmaan dari pribadi-pribadi yang sesungguhnya memiliki kemampuan dan kebijaksanaan tinggi tapi karena kerendahan hatinya mau menjelma jadi orang biasa, begitu juga rakyat indonesia yang tetep sabar walau hukum di negaranya carut marut, tetep tabah walau sekolah saja dianggap mewah, tetep senyum meski makan saja susah. Suara mereka, suara kita adalah suara tuhan. Ayo pak presiden, pak mentri, pak polisi, dengerin kita ya…. pliss pasti kalian juga nggak mau kan kalau Tuhan ini marah. Nah Lho !!


1 Response to “Suara Tuhan dari Punakawan”


  1. 1 Sang Nanang Agustus 9, 2010 pukul 4:27 pm

    esensi hidup bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

Agustus 2010
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: