Selamat Pagi, Postmodernisme

Haaa postmodern? apa itu ? istilah ini makin sering dipakai dan dikutip dimana-mana, tapi apa sebenarnya postmodernisme itu, dan kenapa? Postmodern secara etimologi terdiri dari post (melampaui) dan modern (sekarang), jadi postmodern adalah suatu paham (dalam artian luas) yang mengkritisi dan melampaui nilai-nilai dan pandangan yang diusung oleh zaman sebelumnya terkhusus pada modernisme yang dinilai gagal setelah melahirkan arus kapitalisme dan eksploitasi alam yang berlebihan. Tapi pada dasarnya post-modern justru menolak definisi pada dirinya, karena bila demikian maka postmodern malah akan kembali pada modernitas yang dikritisinya.

Zaman pencerahan dari Renessaince, Illumination, dan Aufklarung yang mencoba membebaskan diri dari dogmatisme pada abad pertengahan ternyata justru membawa kita kepada suatu jurang baru; Perkembangan teknologi, yang ditandai dengan munculnya revolusi industri dan munculnya aliran-aliran filsafat yang berorientasi pada manusia sebagai subyek dunia. Hal ini bisa dilihat dari filsafat Hegel, materialisme Marx, imperatif kategoris Immanuel Kant, sampai Lebenswelth dalam fenomenologi Husserl.

Akibatnya adalah orientasi epistemologi yang kental dengan suasana pencarian Logos yang melahirkan logosentrisme dan oposisi binair. Hasilnya berujung pada eksploitasi yang berlebihan pada alam, susunan patriarkial gender, pemarginalan budaya lokal, dan masih banyak lagi.

Adalah Nietszche diera perbatasan modernisme dengan semangatnya gigih mengabarkan tentang matinya tuhan-tuhan manusia, maka Postmodern seolah mengadopsi semangatnya dengan menolak keberadaan metanarasi, cerita-cerita utama dan besar (mainstream) karena pada hakekatnya [kebenaran mutlak akan] hal tersebut adalah tidaklah memungkinkan (karena itulah postmodern juga disebut sebagai era dimana the death of philosphie, the death of art, and the death of science).

Sebagai manusia dengan berbagai keterbatasanya yang berdiri dalam kungkungan bahasa (dan sayangnya hampir selalu bahasa tidak netral), kita tidak bisa meraih semua nilai, pengetahuan, dan kebajikan, selalu ada yang luput yang tidak kita punyai dan dimiliki oleh yang lain.

Dari suatu  wacana, kita dapat meilihat dan memahami secara berbeda-beda, apa yang menurut pikiran kita ada tidaklah selalu benar. ya karena itu tadi, manusia tidak bisa meraih semuanya, selalu ada “yang lain”.

Tidak ada masyarakat tanpa keyakinan dan kepercayaan pada yang lain– J.Derrida

Kebenaran adalah ilusi yang keilusianya tidak tampak – F.Nietzsche

Setelah perbatasan modernitas, kritik atas zaman modern terus berlanjut. Dari Michael Fouccault, Roland Barthes, Francis Llyotard, Julia Kristeva, Gadamer & Adorno dari Mazhab Frankurt, Jacques Derrida yang kondang dengan “dekonstruksi” dan “differance”, dan favorit saya J.B. Habermas dengan “Diskursus” dan “Ruang Publik”-nya yang banyak menjadi acuan negara demokrasi sekarang.

Lalu, apa yang menjadi arah dari postmodern ini? tidak kemana-mana selain mengalir kedepan. Postmodern mengajak kita untuk merayakan keberagaman dan berani mengatakan YA yang suci pada hari besok. Selalu bersikap kritis terhadap aliran utama, cerita besar (metanarasi), bukan demi sebuah kepentingan tertentu, tapi justru untuk mengakomodir pandangan-pandangan yang biasanya dimarginalkan dan ditenggelamkan dalam cerita-cerita besar tersebut.

Lalu setelah berpanjang-lebar ria, bagaimana dengan sumbangsih Postmodern dalam kehidupan kita ? diantaranya yang cukup menonjol dan terekspos [yang saya tunjukkan] antara lain :

  • Gerakan feminis dan post feminisme
  • Arus balik terhadap Kapitalisme
  • Toleransi terhadap nilai-nilai Religius
  • Pengangkatan kembali budaya lokal
  • Kesadaran untuk kembali pada lingkungan dan alam
  • tenggang rasa dari suatu paham-paham
  • dan lainlain

See? dia sudah ada disekitar kita kok, baik anda suka maupun tidak🙂

6 Responses to “Selamat Pagi, Postmodernisme”


  1. 1 intan ayu November 21, 2010 pukul 9:04 pm

    Coba kmu baca Rosemarie Putnam Tong deh wok,hehehe🙂

  2. 2 aphied November 24, 2010 pukul 12:10 am

    maigattttt, penggemat nietzche wok ?
    sangarrrrr

  3. 3 hasna November 25, 2010 pukul 7:48 pm

    mas ga mudeng, ceritain pas dikampus dongg

  4. 4 rianadhivira November 27, 2010 pukul 5:59 pm

    @intan : boleh dicoba

    @aphied yaaa nietzsche tau dikit dikit lah.. Got is Tot kan? heheh

    @hasna : yoo ii

    ^
    ^
    kok link blog intan & hasna ga keluar sih? ckck isi kolom link blognya doong

  5. 5 bank accounts offshore Februari 15, 2011 pukul 1:36 pm

    ..Filed under iaaj 12 33 am ……Cara pandang atau visi manusia tentang apa yang terdapat dalam alam semesta pada umumnya dipengaruhi oleh sesuatu faktor yang dominan dalam kehidupannya. Masing-masing sumber yang mempengaruhi factor dominan itupun berbeda-beda spektrumnya. Ada yang hanya terbatas pada doktrin agama ada yang terbatas pada ideology sekuler ada yang hanya mencakup realitas fisik ada yang hanya non-fisik dan ada pula yang mencakup keduanya.


  1. 1 Melampaui Modernitas (Postmodern II) « rianadhivira.wordpress Lacak balik pada November 28, 2010 pukul 2:58 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: