Melampaui Modernitas (Postmodern II)

Beberapa waktu lalu saya sempet mempost kan soal postmodern, tapi setelah saya baca ulang kok rasa-rasanya masih terlalu abstrak, terlalu mengambang. Disini saya coba menyederhanakan lagi :

Sebenarnya, postmodern muncul dalam rangka untuk menjawab beberapa nilai dari pemikiran modern (yang diawali Rene Descartes) yang dianggap gagal. kenapa? modernisme dianggap melahirkan revolusi industri yang menyebabkan perubahan struktur sosial besar-besaran, eksploitasi alam yang berlebihan, juga dogmatis dan fanatisme sempit agama, etika borjuisme yang sewenang-wenang, dan lain sebagainya tersebut adalah beberapa dari sekian banyak hal yang ditentang oleh postmodernisme. Pada hal-hal diatas postmodernisme melakukan pembongkaran, dan penelanjangan sehingga bisa terlihat “apa itu” secara sebenarnya sebelum kemudian merekonstruksi ulang.

Kredo Postmodernisme adalah untuk merayakan “ya pada perbedaan“. Karena penilaian mengenai benar-salah, baik-buruk, adalah menjemukan dan tidak mungkin. Semua orang berhak dan bebas [dengan bertanggung jawab] untuk meyakini keyakinanya, jalan yang dianut. Karena itulah postmo menolak adanya kebenaran hakiki dari cerita-cerita besar, aliran utama atau  mainstream. Bahkan dengan berani postmo mengatakan kalau Filsafat sudah mati, seni sudah mati, dan ilmu pengetahuan sudah mati !.

Postmo menolak kejadian sepertian penyaliban Kristus, pencungkilan mata Galileo, pembakaran Copernicus, konflik antar etnik, antar agama  supaya tidak terulang lagi, hargai sesama , hargai kemungkinan yang akan datang, katakan  “ya pada hari besok“. Selalu terbuka, itulah postmodern. Untuk mengurangi prasangka buruk mengenai postmo , ada kutipan bagus mengenainya :

Postmodern knowledge is not simply a tool of the authorities; it refines our sensitivity to differences and reinforces our ability to tolerate the incommensurable. Its principle is not the expert’s homology, but the inventor’s parology– Francis Lyotard

Sebenarnya, penjelasan diatas juga masih sangat kurang untuk menjelaskan tentang postmodernisme yang paling sederhana sekalipun, kalau berminat mengenal lebih dalam, silahkan baca buku Postmo yang kini sudah banyak tersedia😀

0 Responses to “Melampaui Modernitas (Postmodern II)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: