INDONESIA MERANGKUM DUNIA

Pengantar : Tulisan berikut ini sumbangan dari M. Faiz Kurniawan dalam rangka mengikuti lomba menulis XL Award , yang mengangkat tema Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Tulisanya memang agak panjang, tapi ini tidak lebih dari upayanya untuk menyajikan tulisan ini secara komprehensif dan jujur. Tema yang diangkat juga cukupn menarik, yaitu Komunikasi , tema yang di era pasca-modern ini banyak diperbincangkan mulai dari Saussure, Barthes, hingga Derrida. Namun demikian tulisan yang ditulis Mas Faiz disini tidak melalui pendekatan yang rumit yang demikian, tapi justru diangkat dari  basic everyday item seperti handphone dan internet. Untuk penutup, selamat berjuang Mas Faiz, semoga lolos ya😀 .

 

INDONESIA MERANGKUM DUNIA

Setiap manusia yang hidup akan menjadi manusia seutuhnya ketika dia mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial setempat. Sehingga komunikasi adalah salah satu kebutuhan manusia yang hidup dan menginginkan kehidupan yang seutuhnya. Komunikasi itu sendiri menurut James A.F Stoner adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.

Memasuki abad ke-20 ini, komunikasi bisa dilakukan dengan berbagai model dan cara. Fenomena yang terlihat di masyarakat jika dilihat secara mendalam akan membentuk sebuah opini baru mengenai perkembangan komunikasi. Membahas tentang revolusi komunikasi di masyarakat tidak akan bisa menemukan jawaban yang maksimal jika kita tidak melihat perkembangan bentuk komunikasi di dalam masyarakat itu sendiri. Terutamanya di Indonesia komunikasi dimulai dengan interaksi antar tetangga yang berdekatan jarak rumahnya, sehingga dijaman dahulu informasi yang beredar hanya berkisar pada jarak geografis yang dekat, komunikasi bentuk ini mampu melibatkan dua pihak untuk menjadi komunikator. Cara lain yang dulu digunakan sebagai upaya untuk memberi informasi adalah dengan cara memukul kentongan ketika terjadi keadaan bahaya di sekitar daerah itu, menyalakan api ketika seseorang tersesat, dan banyak model yang lain. Cara yang saya sebutkan terakhir adalah bentuk komunikasi searah yang berkembang sebelum Indonesia merdeka.

Barulah pada tahun 1950-an, orang mulai bicara tentang seni berkomunikasi. Retorika, yaitu studi tentang seni berkomunikasi secara lisan dan tulisan sudah mendapat tempat yang sangat terhormat di masa Yunani dan Romawi Kuno. Retorika juga dipelajari di abad pertengahan, dan dengan semangat yang lebih besar lagi di zaman Renaissance. Sejak saat inilah orang mulai memahami seni dalam berkomunikasi, sehingga cara orang dalam menyampaikan informasipun di desain sedemikian rupa. Informasi mulai bisa disampaikan dengan pembuatan patung, lukisan, gambaran-gambaran relief, kode-kode yang digambar di pohon, sampai dengan penemuan media massa atau penyampaian informasi melalui tulisan yang dicetak dalam jumlah banyak lalu disebarkan pada masyarakat. Pergulatan perkembangan Informasi terus berubah hingga ditemukannya radio sebagai media komunikasi lisan, hingga pada masa Televisi sebagai media penyampaian Informasi dengan tulisan/gambar dan lisan, di zaman modern ini disebut (audio visual). Kemunculan radio dan televisi mampu menjadi titik tolak perkembangan cara berkomunikasi, sebab media komunikasi sebelumnya yang menitik beratkan pada tulisan tidak mampu dinikmati semua kalangan lapisan masyarakat terutama yang belum menguasai baca dan tulis. Sehingga muncul istilah buta huruf bagi masyarakat yang tak mampu mengambil informasi dari media komunikasi ini. Isatilah buta huruf hilang seiring perkembangan radio dan televisi yang mengembangkan cara komunikasi tulisan dan lisan. Cara seperti ini mampu dinikmati semua lapisan masyarakat meski tidak semua anggota memilikinya secara pribadi, hal yang paling pokok adalah informasi mampu disebarkan kedalam masyarakat tanpa batasan kemampuan. Akan tetapi harus disadari juga bahwa perpindahan antara media komunikasi satu dengan yang lain tidak pernah menghapus media yang lama.

Perkembangan tekhnologi di dunia semakin bergejolak dengan berbagai penemuan baru, sehingga media komunikasi pun juga semakin berkembang. Hingga saat ini yaitu fenomena di masyarakat yang menampilkan telphone dan internet sebagai media komunikasi yang banyak diminati. kini manusia mulai menyadari bahwa Televisi, radio, media massa yang dulu diagungkan hanyalah sebuah media yang menjadikan konsumennya sebagai konsumen pasif. Masyarakat dianggap sebagai obyek yang terus dicekoki berbagai pandangan, berita, teori dan pemikiran tanpa mampu memberikan andil dalam gejolak pemikiran yang berkembang. Dilain itu informasi yang diberikan kepada masyarakat masih sebatas keinginan pengelola media komunikasi yang bersangkutan.

Di tahun 2010 ini kita bisa menyaksikan hampir mayoritas masyarakat telah menikmati media penyampaian informasi malalui telpon genggam dan internet. Salah satu faktor utamanya adalah kemampuan masyarakat untuk menjangkaunya. Harga Hand Phone yang sekarang ini begitu murah, dengan hanya 300 ribu kita mampu menikmatinya dengan berbagai fasilitas termasuk internet mobile. Dilain itu laptop juga sekarang bisa dinikmati dengan kisaran harga standar. Ditambah lagi penemuan perangkat alat internet mobile yaitu modem yang mampu digunakan sebagai alat untuk membuka internet dengan mudah dimanapun kita berada. Semua itu dapat kita nikmati sebagai media komunikasi ketika kita telah menggunakan jasa telekomunikasi yang disediakan berbagai perusahaan di Indonesia. Para penyedia jasa telekomunikasi ini juga memiliki andil yang besar dalam proses mengembangkan masyarakat melalui media komunikasi yang canggih dengan harga yang dipatok sangat rendah. Saya berani mengatakan sangat rendah jika dibandingkan jasa yang diberikan. Sehingga saya membuat istilah “jasa telekomunikasi tidak akan mambuat penyedia jasanya kaya tapi juga tidak mati dengan berbagai kompetesi”. Istilah ini menggambarkan bagaimana penyedia jasa telekomunikasi telah membuat perubahan yang radikal terhadap masyarakat menuju kemajuan dengan harga yang bisa dijangkau semua kalangan. Dan perusahaan jasa telekomunikasi tidak menitik beratkan pada keuntungan semata tapi kepuasan konsumennya melalui pelayanan yang maksimal.

Industri telekomunikasi memberikan andil besar dalam proses pemindahan informasi secara cepat. Informasi di berbagai belahan dunia dipindahkan dengan cepat ke belahan dunia lain. Internet dan telpon membuat komunikator tidak terhalang lagi dengan istilah buta huruf, sebab telpon bisa dinikamti dengan audio dalam pemberian informasinya. Satu istilah penting dalam media komunikasi modern adalah pertukaran informasi bukan lagi penyampaian informasi. Sebab komunikasi sekarang bisa dilakukan dengan dua arah sehingga konsumen tidak pasif dalam mendapatkan informasi, tapi juga mampu memberikan informasi dan mengkritisi informasi yang didapatkan. Sehingga setiap komunikator mampu memvisualisasikan diri-ngeksis dalam istilah gaulnya-. Sejak saat inilah setiap manusia punya kesempatan untuk dikenal.

Kualitas hidup masyarakat yang sering dindikatorkan dengan kebebasan, pendidikan, dan ekonomi bisa diraih dengan adanya jasa telekomunikasi. Apalagi dengan harga yang relatif murah . Hal ini bisa kita saksikan dengan gamblang dibeberapa tahun terakhir berkaitan dengan perkembangan masyarakat dan negara Indonesia dalam kaitan peningkatan hak masyarakat sebagai pemegang kedaulatan.

Komunikasi sebagai pendorong Demokrasi

Pasca runtuhnya Orde Baru berbagai gejolak muncul di masyarakat, setelah lama Indonesia seperti burung di dalam sangkar lalu tiba-tiba dilepaskan, Maka burung itu akan terbang kemana-mana seakan ingin menjelajahi seluruh dunia. Terutama setelah adanya pandangan baru mengenai sistem pemerintahan kita yang sebelumnya otoriter meskipun tidak secara (eksplisit) menjadi demokrasi, prinsip demokrasi yang utama adalah kebebasan, equality (kesetaraan). Sistem ini sekarang sangat membumi dan diagungkan oleh mayoritas masyarakat kita. Tidak seperti pola pemikiran lain yang sulit diterapkan kedalam daerah baru, demokrasi justru diterima dengan tangan terbuka oleh Indonesia.

Dari penelaahan saya, yang memiliki andil besar dalam hal ini adalah industri telekomunikasi yang membantu sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dalam berbagai pandangan. Internet mobile yang banyak dinikmati oleh berbagai kalangan membantu memberikan informasi secara terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Internet sudah seperti bahan bacaan tanpa sensor sehingga semua orang bisa mengetahui apapun tanpa ada yang disembunyikan.

Agaknya hal ini baru disadari pemerintah akhir-akhir ini, dalam sensus penduduk tahun 2010 sesuatu yang paling mengejutkan adalah adanya pendataan mengenai penggunaan internet oleh masyarakat. Pemerintah sadar betapa besarnya peranan internet dalam memberikan informasi kedalam dunia nyata manusia yang selanjutnya menjadi pemikiran dan pemahaman baru mengenai berbagai peristiwa di Indonesia. Diantara hasil survey menyebutkan bahwa jasa internet yang paling banyak digunakan adalah Internet mobile karena harga perlengkapan dan jasanya sangat murah. Tahun 2010 ini pengguna internet mobile di Indonesia menempati peringkat ke-5 dikawasan asia dengan jumlah 40 juta pengguna.

Pendataan diatas menunjukkan bahwa industri seluler sudah digunakan sebagai sarana komunikasi hampir semua lapisan masyarakat. Sekarang prinsip kesetaraan sudah bisa dilihat dalam hal penggunaan internet mobile. Kita bisa menyaksikan tukang becak yang menunggu penumpangnya datang sambil update status di facebook, para petani yang saling telpon dengan para penjual di pasar, anak sekolah yang mencari bahan pelajaran melalui fasilitas internet di handphone miliknya sampai dengan para pejabat yang menampung aspirasi masyarakat melalui layanan sms. Kesetaraan ini juga bisa dilihat dari informasi yang didapatkan. Tidak ada lagi jurang pemisah antara yang sekolah dengan yang tidak sebab semua bisa mengakses informasi dari internet ataupun info dari kawannya yang belajar di luar negri dengan telpon.

Prinsip demokrasi yang lain adalah kebabasan untuk mendapatkan informasi dan memberikan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. Dulu ketika kita belum bisa menikmati jasa telekomunikasi selular secara merata, informasi disampaikan dengan kebenaran mutlak, sebab masyarakat hanyalah sebagai konsumen pasif yang harus menerima dan menganggap benar informasi yang didapatkan baik melalui media massa, televisi, radio dan lain sebagainya. Sehingga pemberi informasi dianggap sebagai Tuhan yang wajib dipercaya. Keadaan demikian dimanfaatkan oleh pemerintah orde baru untuk memonopoli informasi sehingga mereka mampu menggiring opini, mengarahkan pemikiran dan pandangan sesuai kehendak pemerintah.

Seperti yang saya alami yaitu ketika masih kecil, saya selalu menggangap PKI (komunis) adalah musuh besar karena adanya peristiwa G 30/S PKI. Saya selalu menganggap bahwa orang-orang PKI adalah tokoh utama pembantaian terhadap para jendral, masyarakat islam dan agama yang lain demi merebut kekuasaan negri ini untuk melanggengkan pemahaman mereka yang tidak berkeTuhanan. Sehingga pembantaian terhadap anggota PKI harus didukung, serta penghalangan terhadap keturunan PKI untuk hidup dengan layak di Indonesia adalah tindakan yang adil. Semua itu masuk menjadi pola pikir,  sebab saya pernah menonton film yang di desain pada masa orde baru mengenai PKI. Saya tidak pernah punya kesempatan untuk memiliki pandangan yang obyektif mengenai peristiwa sejarah, sebab saya hanya konsumen pasif yang bebas digiring oleh informasi hasil buatan kekuasaan.

Pemikiran dan pemahaman saya mengenai sejarah G 30/S PKI berubah 180 derajat setelah industri seluler merabah di indonesia dan dibantu dengan adanya perlindungan hak asasi masyarakat. Saya mulai membuka informasi dengan lebih obyektif melalui internet yang bisa dinikmati melalui ponsel. Ternyata setelah reformasi banyak korban pembantaian pemerintah orde baru membuka mulut, yang semula hanya bisa memendam perasaannya kini mampu menumpahkannya melalui social networking di dunia maya. Berbagai tulisan dari saksi, ahli sejarah dan masyarakat awam mulai membanjiri dunia informasi melalui internet. Saya pun mampu membacanya tanpa ada sensor. Karena berbagai informasi itu, saya bisa membaca sejarah dengan obyektif tanpa ada intervensi dan penggiringan opini. Sejak saat itu ada pemahaman baru bahwa tidak ada justifikasi mutlak mengenai sejarah ini, saya tidak lagi menyebut G 30/S PKI teptai G 30/S, dan bagaimanapun juga pembantaian  terhadap PKI adalah pelanggaran pada hak asasi manusia, keturunan PKI punya hak yang sama di Indonesia.

Manfaat besar ini begitu dirasakan masyarakat Indonesia yang selama ini tidak di dengar aspirasi dan pendapatnya. Kini berbagai seminar digelar untuk mendobrak segala pemikiran dan pemahaman yang semula telah mapan dan dianggap benar. Hal ini terjadi karena informasi yang di dapat dalam berbagai aspek bisa kita nikmati melalui jasa telekomunikasi selular. Gejolak ideologi baru terus bermunculan seiring dunia yang semakin terbuka. Ini adalah hal positif sebab negara kita meski dihujani berbagai pemikiran masih punya filter ampuh yaitu pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 45 sebagai landasan konstitusional, serta Negara Kesatuan sebagai harga mati. Banyaknya pola dan doktrin baru ini hanya akan memperkaya corak pemikiran dan membantu mengatasi masalah yang bersifat sosial, kemasyarakatan.

Semua orang sekarang bisa mengetahui dengan gamblang adanya organisasi yang bersifak keras dan main hakim sendiri terhadap suatu kelompok minoritas melalui perbincangan di facebook dan twitter, misal : beberapa oknum yang mengganggu kegiatan ibadah ahmadiyah. Masyarakat sekarang lebih friendly dengan segala perbedaan etnis, agama, suku dan ras. Termasuk dalam membaca konflik yang terjadi pada ahmadiyah, bahwa memang negara kita berdasar konstitusinya melindungi segala kepercayaan dan agama serta memberi kebebasan warganya untuk menjalankan ibadah menurut kepercayaannya itu. Ini adalah  Pengetahuan yang tidak bisa didapat dengan sempurna dan cepat melalui kabar berita di televisi sekalipun karena adanya kepentingan pengelola stasiun televisi. Kini pejabat, instansi pemerintah, sidang kasus di Mahkamah Agung maupun di Mahkamah konstitusi dan banyak instansi pemerintah yang lain bisa dikawal oleh masyarakat secara langsung dari informasi-informasi dan perbincangan didunia maya maupun dengan telekomunikasi langsung. Sebuah perkembangan yang luar biasa bagi negara yang masih terus bergelut dengan pemantapan sistem demokrasi.

Diantara hak mutlak bagi negara yang telah mantap dalam demokrasi adalah kebebasan warganya untuk bersuara, memiliki pandangan lain dengan pandangan mayoritas sekalipun. Beberapa waktu yang lalu ketika pulang ke kediaman saya di Desa Buko Rt. 01/Rw.01 Kecamatan Wedung, Kab. Demak seperti biasa saya akan menemui kawan-kawan lama yang kebetulan sudah bekerja, karena memang tidak punya kesempatan untuk meneruskan kuliah di perguruan tinggi. Seperti biasa saya akan ditanya berbagai masalah dan problem yang muncul dalam perkembangan masyarakat Indonesia. Ketika itu saya ditanya mengenai kedatangan Barack Obama (presiden Amerika) ke Indonesia. Saya pun yang merasa memiliki pendidikan lebih tinggi dan upe to date terhadap berbagai berita panas dengan gagah dan percaya diri menerangkan perihal itu. Diluar dugaan ketika selesai mengeluarkan pandangan dan pendapat, ada teman lain yang bernama Ari -dia adalah kawan ketika saya masih sekolah si sekolah menengah pertama dan dia tak bisa meneruskan pendidikannya di sekolah menengah atas karena masalah ekonomi- dengan percaya diri membantah segala pandangan yang saya ungkapkan, hal yang semakin membuat saya bingung adalah cara dia menerangkan seperti sudah memahami dengan luas perihal yang didiskusikan malam itu, dia juga menggunakan bahasa-bahasa intelek. Kejadian yang jauh berbeda 2 tahun yang lalu ketika saya pulang dan berdiskusi dengan kawan-kawan desa, saya bagaikan narasumber utama yang tidak bisa dibantah lagi. Ketika diskusi selesai saya mencoba menelusuri perihal apa yang membuat Ari ini mantap dalam mengemukakan pandangan, dia menjawab dengan tegas : “sekarang kan ada HP. Semua bisa kudapat lewat facebook ku dan kutelusuri dengan lengkap lewat internet HP”.

Prinsip kehidupan demokrasi berhasil merambah dalam kehidupan masyarakat tanpa ada perbedaan strata sosial. Meskipun sejak dulu sudah ada amanat bahwa setiap warga negara bebas mengemukakan pendapat tapi pendapat itu tidak muncul dari mereka sebab fasilitas untuk mendapatkan informasi tidak seperti sekarang ini. Setelah kebanyakan masyarakat kita bisa mendapatkan perlengkapan informasi modern dengan harga yang terjangkau, justru berbagai corak pemikiran bergelinding tanpa aturan. Semua itu semakin memperkaya khasanah intelektualitas masyarakat indonesia. Kita akan dengan mudah membahas pemikiran karl max, aristoteles, postmodern, plato, surahwardi, dan banyak pemikiran lain dalam diskusi sederhana di warung kopi dengan berbagai bentuk manusia tanpa memandang tingkat pendidikan.

Alhasil masyarakat kita telah mampu merangkum berbagai model doktrin, pemikiran, pandangan yang muncul diberbagai belahan dunia. Tentu dalam prakteknya harus dengan filter pancasila dan konstitusi indonesia. Dilain itu dunia juga bisa mengenal pemikiran yang muncul dari warga Indonesia jika kita mau ikut ambil bagian dengan menyumbangkan pemikiran, apapun itu bentuknya. Prinsip demokrasi yang memberi ruang luas kepada setiap manusia untuk memvisualisasikan diri wajib kita manfaatkan dengan bantuan media komunikasi. Harus diakui bahwa setiap manusia punya kompetensi untuk menalar, berpikir, menimbang dan memberikan pendapat yang sama.

Saya pernah mendengar bahwa seorang petani di desa tetangga. Ketika dia akan meninggal, dia membuat surat wasiat yang berisi : kekayaannya dalam bentuk sawah, semuanya diberikan pada kelompok tani yang ada didesanya untuk dikelola bersama. Sementara anak keturunannya hidup dari hasil kelompok tani itu. Bukankah ini adalah prinsip pemikiran karl max yang mengutamakan kesejahteraan bersama/sosialis dengan tidak mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Andai saja sang petani mau menuliskan pemikirannya yang dituangkan dalam bentuk pemberian sawah kepada kelompok tani, saya yakin dunia akan mengenalnya. Disinilah letak pentingnya media komunikasi modern. Bahwa anggapan ideologi atau pemikiran adalah hasil perenungan expert (orang ahli) dan bersifat eksklusive adalah salah. Bukankah seorang ahli adalah manusia biasa yang mensistematisir pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan manusia biasa. Dengan bantuan media komunikasi seperti telpon dan internet yang menjadikan konsumennya subyek-aktif, setiap manusia berkesempatan untuk merangkum berbagai pemikiran dan menuangkan segala perenungan.

Uaraian diatas semakin memberikan penjelasan yang gamblang bahwa media komunikasi modern bisa dikatakan sebagai pendorong utama terbentuknya demokrasi di Indonesia. Masyarakat indonesia sekarang adalah masyarakat informasi yang bebas untuk menjelajah dunia, sehingga batasan geografis bukanlah penghalang untuk menikmati kelayakan hidup sebagai makhluk sosial.

Masyarakat Informasi

Seperti yang telah saya kemukakan diatas bahwa komunikasi dulu berlangsung pada jarak geografis yang dekat. Kini jarak geografis bukanlah penghalang untuk melakukan hubungan. Sebab dunia sudah bisa dilipat dengan kemampuan media komunikasi modern yang disediakan jasa telekomunikasi selular utamanya.

Suatu saat tidak akan ada lagi orang yang mengungkit kedaerahan, suku, agama dalam membina hubungan. Justru perbedaan bisa terjadi dengan orang yang ada disebelah rumah kita karena corak pemikiran dan pandangan. Sebab otak kita dan orang lain sudah menerima berbagai informasi yang berbeda pula. Perbedaan muncul bukan lagi karena bentuk fisik semata, tapi perbedaan itu karena adanya pendangan, pikiran, perenungan yang bergejolak disetiap otak manusia.

Semua itu bisa diwujudkan jika sudah memasuki era masyarakat informasi dengan sepenuhnya. Artinya semua masyarakat indonesia sudah termasuk bagian dari subyek-aktif komunikasi tanpa terkecuali. Memang secara mayoritas kita sudah bisa dikatakan sebagai masyarakat informasi, akan tetapi masih ada di pelosok indonesia yang belum memasuki gerbang informasi, seperti beberapa suku di irian jaya. Dalam idiom Alvin Toffler tentang gelombang peradaban, ada gelombang pertama (zaman pertanian), gelombang dua (yang telah mengenal baca dan tulis), gelombang ketiga (zaman informasi) . tugas kita bersama untuk menarik saudara kita yang masih pada gerbang ketiga untuk memasukinya.

Jika secara keseluruhan kita sudah masuk pada gerbang gelombang ketiga, maka secara global masyarakat dunia akan merasa dekat meski berbeda kewarganegaraan. Batas-batas teritorial akan terhapus dengan sendirinya dalam dunia pemaknaan melalui efek dunia maya. Maka jika anda mampu memanfaatkan media komunikasi modern secara maksimal anda termasuk anggota masyarakat internasional tersebut. Anda akan mampu berbincang, bercengkrama, bertukar pikiran serta berbagi pengalaman dengan orang yang jauh jarak geografisnya. Anda seolah punya tetangga yang berkewarganegaraan perancis, berbahasa inggris, dan bermata uang dollar amerika. Orang-orang itu seolah adalah tetangga anda karena saling bertukar informasi dengan cepat.

Kita mampu menikmati berbagai tempat wisata yang ada di eropa, amerika, timur tengah dan bagian lain tanpa perlu kesana. Tapi jika dengan menikmatinya dalam dunia maya membuka wawasan dan membangkitkan semangat untuk menikmatinya dalam dunia nyata, maka semangat itulah yang akan membuat dunia maya kita menjadi kenyataan dengan usaha keras.

Beberapa tahun lagi saya yakin, kawanku Ari yang sekolah sampai menengah pertama akan mampu bercerita dengan gamblang dan hafal tentang wisata menara effel di paris perancis. Berapa tingginya, konstruksinya, budaya masyarakatnya, sistem transportasimya, dan berbagai kelengkapan disekitar wisata itu meski dia belum pernah kesana. Selang 2 tahun maka dia akan kesana dengan nyata karena wawasannya telah terbuka dan bersemangat untuk mewujudkannya.

Ini bukanlah angan-angan kosong, akan tetapi sebuah proyeksi kedepan jika kita mampu menciptakan masyarakat informasi. Indonesia pun akan semakin dikenal di dunia internasional dengan segala kekayaan alamnya. Suku-suku di papua akan bisa mempromosikan daerah wisata di dekatnya tanpa duta wisata. Promosi daerah dan tempat wisatasnya serta keunikan-keunikan lain bisa dilakukan setiap individu secara bebas. Sehingga semakin meningkatlah pendapatan negara dan masyarakatnya. Sedikitnya 50% pendapatan kotor nasional bisa didapatkan melalui pertukaran informasi.

Secara naluri manusia tidak akan mampu hidup sendiri, tetapi dia hidup berkelompok, bersahabat, berteman, berkeluarga, pendeknya setiap manusia mampu hidup dengan hubungan. Di zaman informasi hubungan bisa terjadi dengan lingkup yang luas. Jika kita mampu membina hubungan dengan orang lain dengan saling pengertian, maka saling mengunjungi secara langsung akan terjadi. Alhasil kita bisa mengundang warga negara brazil yang sebelumnya tidak mengenal Indonesai untuk bertandang ke negara kita. Jika kita mampu membina hubungan yang baik dengannya, Dunia maya itu akan menjadi dunia nyata.

Sehingga semakin kaya lah masyarakat kita dengan berbagai bentuk baru yang terus bermunculan dan mulai kita pahami. Sehingga dunia bisa kita rangkum dengan mempelajari informasi apapun yang ada dalam hirup pikuk putaran bumi. Bentuk pemikiran, keindahan alam, budaya masyarakat, bisa menjadi terasa dekat jika kita mau memanfaatkan media komunikasi modern secara tepat guna.

Pada akhirnya Indonesia bisa merangkum dunia, sebab kesempatan untuk bertukar informasi semakin besar dengan dukungan kebebasan. Maka  sudah saatnya lah dengan media komunikasi kita lipat dunia dalam genggaman tangan.

0 Responses to “INDONESIA MERANGKUM DUNIA”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: