Suka maupun Tidak; Media Kapitalisme

nb.Tulisan ini sedikit banyak berkaitan dengan dua tulisan sebelumnya; 2010, Media informasi, pluralitas dan “Serakah? Jangan!

Arus besar dalam hegemoni kapitalisme melahirkan kita kepada kemajuan sekarang ini. Persaingan antar berbagai bentuk usaha membuat perlombaan menjadi seru, peralatan yang semakin canggih, efektif, semakin baru demi satu tujuan ; yaitu mendapatkan manusia sebagai pangsa pasar.

Dalam peperangan yang men-obyek-kan manusia sedemikian rupa tersebut, pada akhirnya menciptakan nilai-nilai baru, manusia tidak dinilai bagaimana dia sebagai manusia melainkan apa yang dia pakai, sejauh mana dia bisa melakukan konsumsi. Nilai tidak lagi melalui pengujian dalam sebuah diskursus atau proses tertentu lagi, tapi diciptakan secara tidak sadar, taken for granted melalui tebang pilih penyajian wacana.

Tatanan baru yang memabukkan itu bisa dilihat dari hal-hal sepele : sinetron yang mengumbar mimpi-mimpi palsu, cerita yang berlebihan, iklan-iklan dengan sejuta gemerlapnya, seolah menggiring kitaK pada opini bahwa yang “baik” adalah yang bisa mengkonsumsi.

hati-hati apa yang anda baca!

Kalau kita cermati, sadarkah kalau opini-opini baik yang diciptakan atau yang terciptakan tersebut tidak lain adalah pengaburan realitas? Adalah Jean Baudrillard yang mengatakan kalau sekarang ini terjadi pengaburan realitas. Melalui teorinya yang terkenal, Hyperrealitas dimana sebuah wacana menjadi [seolah-olah] lebih nyata daripada keadaan sesungguhnya. Penyuguhan berita yang berpihak, pe-marginal-an wacana, dan tujuanya adalah apalagi kalau bukan untuk menyamarkan fakta dan melakukan penggiringan wacana.

Orang yang memiliki modal, dalam kapitalisme adalah pihak yang mempunyai kekuasaan, dan kekuasaan pada akhirnya akan memiliki akses untuk menentukan wacana mana yang diberitakan dan mana yang dimarjinalkan. Bila demikian, maka media dan akses informasi sudah tidak compatible lagi menjadi alat pembantu dilangsungkanya diskursus (bayangkan bila terjadi pemberitaan sepihak soal masalah sosial!).

Pada titik ini saya tidak bermaksud bersikap pesimistis terhadap kapitalisme. Banyak juga sumbangan dari kapitalisme untuk kemajuan kita sampai sekarang ini, dari alat-alat berat sampai alat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Singkatnya adalah: kita sendiri berada dalam kepungan kapitalisme. Tidak masalah, tapi ada beberapa hal yang seharusnya kita minimalisir dan bahkan kita tolak,  yaitu dampak buruknya.

Kapitalisme menjadi salah kalau memarjinalkan budaya lokal, menjadi salah kalau melakukan eksploitasi tanpa memandang lingkungan, menjadi salah kalau dia hadir seolah sebagai sebuah kebenaran tunggal yang mutlak yang diterima begitu saja.

Yah, memang dia adalah topik yang paling hangat diperbincangkan, dibenci sekaligus disukai, dihindari tapi sekaligus diikuti, digunjingkan sekaligus dianut, ditolak tapi dipelajari.

 

3 Responses to “Suka maupun Tidak; Media Kapitalisme”


  1. 1 ririn Januari 6, 2011 pukul 3:10 am

    nah, kalo yang ini aku ngerti wok bacanya (LOL)

    Emang media banyak wok, pengaruhnya. mau nyetir masyarakat dalam jumlah besar, tinggal pake media. apalagi orang Indonesia, suka ga mikir lansung telan bulat-bulat.

    Setuju, sayangnya media sekarang cenderung buat ajang kapitalisme(aku taunya yang di Indonesia lo ya,hehe). Udah tau masyarakatnya gampang kemakan media eh, masih banyak aja orang-orang yang “ngomong aneh-aneh” di media,ckckckc

  2. 2 fenSpinny Januari 30, 2011 pukul 4:21 am

    co szukalem, dzieki

  3. 3 rianadhivira Februari 7, 2011 pukul 9:28 pm

    @ririn : ho oh, rin. liat deh kasus gayus, sinetron, dll semua serba ga jelas. kayaknya aja kita maju kedepan, padahal disetir dari belakang >:|


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

Januari 2011
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: