Wajah !

Dia terbangun, dia merasa sedikit gelisah pagi itu, ada sesuatu yang membuat resah hingga membuatnya bangun dari tidur. Dia memercikkan air di muka, setidaknya untuk menghadirkan sedikit rasa tenang, namun sia-sia saja, ketika dia menghadap ke arah cermin, betapa terkejutnya dia, dia sadar kalau dia tidak mempunyai wajah ! Tak ayal hal tersebut membuatnya malu, sebuah kenyataan yang menyesakkan ! “keadaan tidak mungkin jadi lebih buruk” katanya menghibur diri, tapi tak lama kemudian semua memang menjadi lebih buruk, dia sadar kalau juga tidak mempunyai nama!

Dengan mengumpulkan segenap keberanian, pelan-pelan dia mengambil jaket kulit tebal dan pergi keluar. Saat itu sedang musim hujan, dan langit agaknya juga terkejut dengan sosok makhluk yang tidak berwajah dan tidak bernama ini dijalanan kota, hingga turun hujan yang malu-malu membasahi Kota Lubak, sebuah kota yang tenang dengan sedikit taman.

Sambil berjalan menyusuri lorong-lorong kota, Dia mendapati dirinya diamati dan digunjingkan, samar terdengar “hei orang sepertimu harusnya tidak pantas berjalan dikota”, “kau melanggar peraturan Dewa Agung, dasar sesat, terkutuk!” beberapa bahkan lebih buruk, karena anak-anak yang tadinya sedang ceria bermain air hujan begitu melihatnya langsung memasang wajah jijik dari mata polosnya, yang lebih tua mengingatkan untuk berhati-hati dan menjaga jarak, sebuah peringatan secara terang-terangan. Tidak ada yang bisa dia lakukan, selain mengacuhkan dan terus berjalan.

Ditengah pejalanan, dia melihat dengan orang setengah telanjang berambut acak-acakan sedang menari-nari di dekat kuil tempat para dewa, sebuah bentuk penghinaan yang paling besar menurut peraturan kota Lubak yang serba teratur. Orang itu menginjak-injak persembahan dan berusaha meludahi patung dewa sebelum para penjaga menangkap dan menyeretnya. Dari kejauhan sambil berceceran air liur dia berteriak “kamu ! ya kamu, demi mata coklat dan bibir tipismu ! buat apa malu-malu, ayo bergabung denganku, untuk membunuh si pembunuh!” seolah menyadari kehadiranya disitu. Dengan sisa-sisa tenaganya orang itu melemparkan sesuatu ke udara sebelum sebatang tombak menembus dadanya.

Ketika suasana mereda, si tanpa wajah mengambilnya, ternyata sebuah buku kecil bercahaya keemasan, ini adalah buku suci, dia teringat cerita tentang buku itu waktu dirinya masih kecil, pasti orang gila tadi yang mencurinya. Dengan segenap rasa ingin tahu dia membukanya dan dunia tiba-tiba berputar tak tentu arah dan segala disekitarnya menjadi kabur.

—-

hey, berani benar kau membuka buku suci dan sampai ketempatku?” si tanpa wajah terkejut, itu adalah sosok Sang Aku, dewa tertinggi dari semua dewa dengan suara yang megah menggelegar. Dia berusaha menemukan kata-kata yang tepat, “Tuan, kenapa aku tak berwajah dan tak bernama ?”, “ya memang begitulah adanya, kamu tidak pantas berada di keramaian, tubuhmu menimbulkan hasrat yang bisa merusak moral, dan lagi kau tidak punya kekuatan dan kualitas yang cukup untuk bekerja, kau tidak layak mempunyai nama untuk diteruskan pada keturunanmu, percayalah ini demi kebaikanmu”, Kini dia tidak lagi merasa sungkan dan bertanya lantang, “dengan segala hormat, apakah alasan itu juga yang membuat Tuan membolehkan –sebagaimana yang aku saksikan- para bayi kecil tak berdosa yang kau sebut tak pantas tadi dikubur hidup-hidup karena terlahir sepertiku? Atau menjalani hidup dengan segenap rutinitas yang membosankan? Atau menerima tamparan dan pukulan atas kesalahan yang teramat sepele? Atau paksaan untuk memuaskan hasrat para pengikutmu yang bodoh? Atau menerima gunjingan ketika berada ditengah keramaian?”

Ketika berkata-kata dia melirik kearah cermin dibelakang Sang Aku, disudut matanya dia bisa melihat mata coklat dan bibir tipisnya ! wajahnya semakin jelas dalam tiap keraguan dan bantahan pada sang dewa, dia menemukan petunjuk dari kata-kata orang gila tadi, tapi dia tak bisa berlama-lama terpukau melihatnya karena Sang Aku terlanjur gusar. “Kejahatanmu adalah keraguanmu! Kau bersalah karena meragukanKu! Tidak ada hukuman yang lebih pantas selain ketiadaan!”, “apalah artinya ketiadaan, karena aku sudah merasakanya seumur hidupku!” seru si mata coklat lewat bibir tipisnya. Dengan penuh kemarahan, Sang Aku membuatnya sekarat dan mengirimnya kembali ketengah kota.

Tertatih-tatih si mata coklat berjalan. ada tawa dari tubuhnya yang babak belur, dan tawa itu bertambah lebar, tiba-tiba dia ingin menari dan dia pun menari dengan penuh tawa riang, di dekat kuil dewa.

Penjaga kuil sudah memasang wajah waspada dan bersiap menangkapnya, ketika mereka mendekat si mata biru mengumpulkan kekuatanya dan berujar “rantai belenggu tak akan mampu memenjarakanku, juga tatapan matamu! Suatu hari hujan dan matahari di kota ini akan diselingi dengan pelangi” tersengal-sengal kemudian tertawa untuk terakhir kali dan mati sebelum pedang penjaga sempat menyentuhnya.

Tiba-tiba para manusia tak berwajah dan tak bernama bermunculan, mereka bergumam, “lihat, dia Laila, yang membuat malu Sang Aku” mereka mengenali mata coklat itu dan tiba-tiba pula wajah mereka yang tadinya hilang mulai menampilkan hasrat untuk menampakkan diri, sambil lirih mereka berbisik karena mengingat kembali nama mereka; “aku Mariam” “aku Nana” “aku Hannah” “aku Martia” “aku Julia” “aku Astuti” disusul dengan lainya. Mereka, seperti halnya Laila, juga mulai melawan Sang Aku, demi memperoleh sebuah nama dan keluar dari anonimitas.

——

Sang Aku tak pernah lagi bisa tidur dengan tenang. Pelan-pelan di kota Lubak mulai terlihat pelangi.

3 Responses to “Wajah !”


  1. 1 wahyu asyari m Maret 15, 2012 pukul 9:22 pm

    keren tulisanmu ternyata om.

  2. 2 latree Maret 16, 2012 pukul 8:21 am

    keren dek. aku ngga pernah bisa nulis hal abstrak begini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: