Arsip untuk Desember 6th, 2017

Angka bukan Cerita

Bung Darno tertegun, tatapanya tenggelam dalam-dalam, pada sosok jenderal lama yang dirangkum dalam pigura, yang berjaya lebih dari tiga kali sepuluh tahun lamanya, yang menyingkirkan petani, duda, janda, pria, wanita, guru, pejuang, ada yang mati telanjang, dibuang, atau hilang, yang masih hidup dipopor senjata, ditendang seragam loreng yang katanya berwibawa, lantas dirangkum dalam jumlah-jumlah, untuk membuat rezim baru, jumlah-jumlah dikumpulkan, tak peduli cerita dibaliknya, karena yang penting adalah angka.

Bung Darno mendongak ke atas, tatapanya tenggelam dalam-dalam, pada para orang alim, dengung-dengung yang berteriak tak sudah-sudah, kadang seru kadang luruh, sibuk menghitung kepala dengan imbalan dosa dan pahala, surga atau neraka, di tunjuknya orang-orang tak sependapat sebagai sesat dan durjana, sembari jumlah-jumlah dikumpulkan, tak peduli cerita dibaliknya, karena yang penting adalah angka.

Bung Darno menengok ke kanan, para teknokrat memberikan solusi-solusi, sambil membuat kalkulasi untung rugi, dalam siapa yang jual dan siapa yang beli, sibuk membuat solusi-solusi, memilih dan memilah mana yang disayang dan yang ditendang, mana yang akan kalah dan yang menang, jumlah-jumlah dikumpulkan, tak peduli cerita dibaliknya, karena yang penting adalah angka.

Bung Darno menengok ke kiri, luruh dalam harap dan asa, melihat tangan terkepal dari orang-orang muda yang setengah miskin, dan para paruh baya yang sebagian gagal kaya, dengan kata-kata menolak lupa, merapalkan dan menolak penguasa, dengan mereka yang disewenangkan dipoles dalam jumlah-jumlah yang dikumpulkan, tak peduli cerita dibaliknya, karena yang penting adalah angka.

Putus asa, Bung Darno melihat ke belakang lalu melengos ke depan, dalam lorong berisi orang besar dalam pigura, yang pidato-pidatonya pernah menggema seantero dunia, meski lalu kalah taktik dan ditendang dari kursinya, Darno berkunang, ingin dia pulang, tapi apa daya, dia cuma jalang, yang dikepung mantra-mantra dengan jumlah-jumlah, dengan nafas setengah menyerah, dia mau bicara tapi terbata, hendak memekik namun tercekik, dia cuma satu kepala, dalam lautan angka-angka, yang tak akan pernah peduli pada cerita-cerita.

 


Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

Desember 2017
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

my tweets @rianadhivira

  • a:"koyoke wong kae luih bakat dagang timbang kerjo kantoran" b:"dagang opo?" a:"dagang minority card" 2 days ago
  • angger tes ngajar mesti kok mbletho, jancuk. 4 days ago
  • "Apa yang terjadi di tahun 1965 adalah ultra-mega-masif kejahatan HAM!" - M, dosen HAM sekaligus penggemar metal 5 days ago
  • senior: "materi setelah makan siang biasanya peserta pada kantuk, pembicaraan harus diarahkan keranjang" junior: "k… twitter.com/i/web/status/1… 1 week ago
  • nyang nyangan harga unik: penjual ngotot mau kasih diskon, yang beli ngotot pengen bayar lebih dari harga normal. 1 week ago
wordpress visitors