Senyum

Apa yang lebih menakutkan dari neraka?
waktu puisi tak lagi punya bunyi,
waktu rima-nya tak lagi punya nada,
waktu,
kau punya senyum,

tak ada….

1 Response to “Senyum”


  1. 1 wilulangit Februari 26, 2018 pukul 1:30 pm

    Kw rak tau ngetik ng ndi wooooookkkk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

Februari 2018
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

my tweets @rianadhivira

  • kadang, aku rindu dengan rambutku yang gemulai dulu. 1 day ago
  • "Secara jam kerja di eksploitasi, afeksi juga di eksploitasi, urip opo ngene iki" - UH, pekerja ibukota 2 days ago
  • "Setiap tempat beratap bisa berubah jadi istana. setiap tempat berpagar bisa berubah jadi negara" - MB 4 days ago
  • "diantara seluruh benda yang tersebar di angkasa dan berpendar pada malam ini, ada satu yang lebih indah dibanding… twitter.com/i/web/status/1… 5 days ago
  • RT @indoprogress: Bersiap-siap untuk Kuliah Umum Perdana IndoProgress di tahun ini dari Dr. Awaludin Marwan tentang politik elektoral di Ke… 6 days ago
wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: