Arsip untuk Maret, 2018

KGB – Beda

 

Sample latihan dari lagu “Beda”, yang rencananya akan dijadikan satu album dengan judul yang sama, tentang kisah cinta yang harus terbentur tembok-tembok agama dan primordialitas yang bebal–dan kerap kali membosankan. Terinspirasi dari kisah nyata, nantinya, seluruh album akan bercerita tentang Melvin, sang tokoh utama yang harus berhadapan dengan bingkai-bingkai sosial, dalam hal ini ras dan agama. Sebagaimana setiap roman, satu kisah cinta tak melulu berhasil memang. Tapi keberanian Melvin dalam canggungnya untuk menerjang setiap bingkai itu sendiri, sudah merupakan satu pencapaian, sebagai seorang Melvin, dengan seluruh darah dan dagingnya. Meski kalah. Dalam senyumnya yang sebentar, seluruh ruang-waktu terangkum dan mampat dalam hatinya yang membara.

Kami percaya, bahwa cinta, kalau itu ada, maka sebagaimana Melvin, adalah melampaui dari segala bingkai yang tersedia. Bahkan, barangkali, ketika ia lewat, tuhan-tuhan pun harus rela minggir untuk memberi jalan. Tapi, entahlah.

Lirik:

melvin~ cina~
hatinya bunga-bunga
jatuh cinta kali pertama

melvin~ cina~
sadar telah jatuh cinta
dengan seorang gadis jawa

melvin~ cina~
cintanya tiada berbalas
terhalang tembok agama

dalam tangisnya terselip doa
agar bisa hidup bersama ha aa~
tiada guna

hanya karena beda agama
cinta bisa dipaksa kalah ha aa~
sia-sia

tuhan, dewa, para berhala
baik di surga atau neraka ha aa~
kasihanilah

melvin~ cina~
cintanya tiada berbalas
terhalang tembok agama
kasihanilah.

Bisik

Kemarilah, barang sebentar,
sembari peganglah tangan kiriku yang gemetar,
“Ini rahasia”, kataku,
sibaklah rambut yang menutup daun telingamu,
condongkan tubuhmu padaku,

Supaya,
aku bisa pakai tangan kananku tuk menutup bibirku dengan benar,
agar bisik-ku tak bisa orang lain baca dan dengar,
yang meski lidahku kelu,
dan hatiku ragu,
kupersiapkan diri dengan mengulur waktu,

Supaya,
diam-diam, aku bisa kecup basah pipi merahmu yang lucu,
sambil berharap, kau akan merona tersipu.

Sama,
seperti dulu,

Semoga.

“I’m so sorry”

Pintu

Lewat pintu itu,
orang alim atau jalang lalu lalang,
disini aku tunggu kau, datang.

Lewat pintu itu,
entah dalam girang atau malang,
di sini aku tunggu kau, pulang.

[…] as fickle as a paper doll […]


Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

Maret 2018
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

my tweets @rianadhivira

Kesalahan: Pastikan akun Twitter Anda publik.

wordpress visitors