Bulan

sayang, ayo, pegang pinggulku, dan naiklah sapu ajaibku.

kencangkan pelukmu, karena kita akan naik, naik, naik, sampai ke bulan.

di sana, kita kan tertawa,

melihat bumi berputar,

sambil diam-diam, kucuri pandang dari matamu yang berbinar.

di sana, kita kan tertawa,

melihat mereka di bumi yang fana berebut agama. merasa mana yang paling benar.

melihat konyolnya hukum-hukum negara, sembari kebencian terus ditebar.

lupa, bahwa kita hanya kebetulan saja hidup diatas batu yang mengambang di berantah angkasa, berputar,

di sana, kita kan tertawa,

menyambut matahari bersinar, sembari tanganku di pundakmu, melingkar.

diam-diam pula, kan ku patahkan sapuku, dengan sengaja.

supaya kita bisa terus tertawa,

bersama,

di pagi dan malam yang berbeda dengan mereka, di bulan yang cuma punya kita berdua,

kita kan rayakan setiap detik dari gerhana, dengan cium basah yang memburu dan membara,

berdua,

dan,

tanpa perlu lagi kita harus menengadah ke atas penuh terka, bertanya, surga itu ada dimana.

0 Responses to “Bulan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

April 2018
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

my tweets @rianadhivira

Kesalahan: Pastikan akun Twitter Anda publik.

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: