dua puluh

ini dua puluh.
punya kita.
yang kadang terucap namun lebih sering tertahan.

ini dua puluh.
masih punya kita.
dulu dalam marun.
yang membuat waktu jadi tak terhingga.
yang tetap membara meski di tengah gelap yang rabun.

kataku, “tunggulah di barat sana”.
tapi agaknya tak semua pesan dapat sampai tanpa hambatan.
dan Barat yang buas lagi beringas.
mengoyak tanpa ampun tiap pesan yang setengah jalan.

tapi, semoga ia masih akan selalu ada;
dua puluh. yang selalu kita punya.
untuk kesekian kalinya.

tunggulah,
di Barat,
Karena ku kan kesana,
bersama, menyambut dua puluh kita,
yang terkandung kidung rindu dan sendu, yang berat.

0 Responses to “dua puluh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

April 2018
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors

%d blogger menyukai ini: