Archive for the 'cerita kuliah' Category

Sekilas Kritik Positivisme Ilmu Pengetahuan

Positivisme yang dipelopori oleh August Comte, upaya untuk merobohkan metafisika abad pertengahan melalui pencapaian pengetahuan demi pengetahuan, atau lebih gampangnya membersihkan pengetahuan dari subyektifitas manusia. Pada zaman pencerahan, manusia digiring untuk keluar dari dogmatis-mistisisme abad pertengahan, melalui jalan mem-positif-kan ilmu pengetahuan agar sahih, dan pasti.

Semangat Positivisme tidak hanya berkutat di ilmu pengetahuan alam semata, namun juga pada ilmu tentang masyarakat, atau ilmu sosial. Jadi bisa dikatakan bahwa melalui perkembangan teknologi dan positivisme pengetahuan, manusia bertekad agar masyarakat dapat dikontrol sebagaimana dalil-dalil ilmu alam.

Disinilah titik baliknya, ilmu pengetahuan yang positivistik sesuai dengan ilmu alam tadi, yang bersifar netral dan universal, ternyata bila ditempatkan pada ilmu pengetahuan sosial menjadi sangat berbeda. Karena dengan sifat netral dan universal tadi justru membuat pengetahuan tentang masyarakat menjadi mandeg dan tidak kritis.

Rasio, atau kesadaran yang diharapkan di abad pencerahan sebagai jalan dari kemandegan dogmatisme-mistis abad pertengahan justru menciptakan mistisisme baru dari dirinya. Sehingga melalui pengetahuan yang bersifat “pasti” itu tadi, justru kita kembali terjebak pada ritual dogmatis dari mistisisme. Atau dapat dikatakan secara singkat, mitos baru menggantikan mitos lama.

Pemikiran Positivisme di bidang sosial sangat berpengaruh pada eranya (hingga kini?).Marx pun menyesuaikan teorinya agar dapat diterima secara positivistis sebagai pengetahuan, yaitu melalui pernyataan bahwa kegiatan sejarah manusia adalah mengenai perkembangan alat produksi melalui kerja, dimana manusia dipandang dan direduksi hanya sebagai manusia yang melakukan produksi dalam masyarakatnya, atau sngkatnya rasionalitas  penguasaan alam.

Dunia hukum abad 19 juga  turut mengadopsinya melalui John Austin dimana hukum dianggap legitim dan diterapkan semata karena dia telah disahkan oleh lembaga yuridis yang berwenang. Jadi disini hukum direduksi sebagai semata sekumpulan peraturan yang dilegalkan oleh institusi yang berwenang, titik. Hal tersebut juga tampak pada teori Hans Kelsen mengenai Grundnorm yang berupa sekumpulan peraturan atau tata-nilai tertinggi (contohnyam dinegara kita adalah Pancasila), hal ini terasa janggal karena hal tersebut berarti grundnorm seolah tidak bisa dipertanyakan kembali, taken for granted.

Kini, positivisme banyak diserang oleh para kritikusnya. Nietzsche dalam berfilsafatnya menggunakan aforisme karena dia merasa bahwa manusia positifisme telah terjebak pada dekadensi (kemandekan) sistem, sebagaimana yang sudah diuraikan diatas, mitos yang menggantikan mitos lama. Nietzsche menolak segala bentuk kekuasaan tunggal melalui kalimatnya yang terkenal : “Got is Tot”  dengan mengesampingkan hegemoni dari pengetahuan, agama, maupun negara, yang mengangkangi atau mereduksi “manusia”.

Satjipto Rahardjo, juga kembali menggaungkan hukum progresif, yaitu dengan mengembalikan hukum sebagai alat kebahagiaan manusia, hukum ada untuk manusia, bukan sebaliknya.

Jurgen Habermas, menambahkan rasio komunikasi untuk melengkapi rasio-atas-tujuan (kerja) dari Marx. sehingga melalui komunikasi, selalu tersedia ruang untuk mengkoreksi kembali (proseduralis), melalui diskursus dan ruang publik.

Dan masih banyak lagi, yang intinya adalah manusia bukanlah obyek yang semata-mata sama dengan ilmu alam. Pemakaian logika yang tertutup, akan membawa kita pada jurang dekadensi. Sebagai contoh sederhana, pendefinisian mengenai “perempuan” akan membawa perempuan sebagai kaum yang dikenai represifitas terus menerus (seperti yang kita lihat pada permasalahan bias gender). Manusia seharusnya dibebaskan dari segala hal yang mereduksinya, termasuk positivisme pengetahuan.

Dadi wong apik gampang po susah hayoo ?

Beberapa waktu lalu, saya sempet lho ditanyain kayak gini.. Yang bertanya adalah dosen di fakultas hukum Undip, Bubudi namanya. Beliau sudah agak berumur dan rambutnya sudah putih. Beliau nanya gitu sembari berkeliling kelas dan melohat satu-satu ke arah mahasiswa-mahasiswinya.

Nah kebetulan saya juga dapet giliran menjawab..
Bu budi: kamu ! Dadi wong apik gampang po susah hayoo ?
saya: emm
Bu budi: o awas nek rak iso njawab tak tutuki kamu
saya: susah bu
Bu budi: kenopo kok susah !?
saya : emm ya sulit bu

sebenernya saya mau njawab panjang lebar, tapi dasar groginan, pas ditanya gitu semua jawaban ilang , byar begitu aja.. sebenernya dalam uneg-uneg ini mau bilang:
dear Bu Budi sayang, kalo jadi orang baik itu gampang, pasti surga bakal penuh sesak dan neraka bakalan sepi,  kalo jadi orang baik itu gampang dunia mungkin enggak seperti sekarang dimana uang berputar dan mengalir ke orang-orang tertentu saja, kalo jadi orang baik itu gampang Sidharta Gautama ndak bakal butuh waktu lama di bawah pohon bodhi.. kalo jadi orang baik itu gampang pasti kita bakal ketemu banyak senyum senyum dan senyum orang di jalan”

Lagi ngelamun begitu, Bu Budi segera menambahkan :
“Jadi orang baik iku guampaaaang… dasar dari orang baik itu apa anak-anak? niat ! ya cuman niat ! kalo niate baik pasti orangnya juga baik…!”

wow ! tiwas saya mikir njelimet gitu ternyata memang bener bubudi, kalau semuanya memang sebenernya berakar dan bersumber dari niat. sesederhana itu.. Bu Budi, saya masih harus banyak belajar dari anda..

nb: sayang bu Budi ndak punya akun Facebook , kalo punya pasti foto beliau sudah saya colong terus masukin biar nampang disini.

Ribetnya Kuliah

Tugas Kuliah Minggu ini:

  1. Psikologi Perkembangan : Tugas makalah & presentasi porsi lima orang, gara-gara gak dapet kelompok karena bolos pas tiga pertemuan awal.
  2. Pancasila : Makalah model skripsi, padahal alasan gara-gara dosenya males ngajar. haha
  3. Filsafat Manusia : Sebenernya seneng sih sama pelajaran ini, tapi tugasnya itu lho haaah… makalah lagi
  4. Kode Etik Psikologi : Presentasi biasa, gak susah-susah amat sih hehe
  5. Tes Intelejensi : Mata kuliah smester kemaren yang nilainya gak keluar, untung dosenya baik dan mau maklum, dikasih tugas tambahan nyatri 4 model tes intelejensi yang belum diajarkan. Kalo sukses sih bisa keluar A (Insyaallah) tapi kalo enggak, C aja udah untung deh, hahahaha

Yap itu dia tugas-tugas saya dan sampai sekarang belum ada yang saya kerjain sama sekali. hahahahah ampuuuunnn doakan saya sukses kawan. ngelembur mode : on 😀

*apdet 3 maret 2010 : hasilnya adalah : saya diopname pas jadwal ujian.. jadi enggak bisa ikutan semua mata kuliah smester pendek yang saya ambil…an an an an ancukkkkkkkkkkkkkkkkkkkk haha


Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 24 pengikut lainnya

Desember 2019
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

my tweets @rianadhivira

Kesalahan: Pastikan akun Twitter Anda publik.

wordpress visitors