Arsip untuk Juli, 2010

Dibalik Mahabharata

Mahabharata, epos besar perang antara Pandawa melawan Kurawa. Banyak benget yang bisa kita ambil dari cerita Mahabharata ini, perang dari semua perang ini kalo sedikit kita liat lebih dalem, bukan perang semata-mata antara good vs evil. Disini semua tokohnya bukan serba hitam atau putih karena masing-masing punya sisi positif dan posisi negatifnya sendiri-sendiri. Bahkan Yudhistira pun terpaksa berbohong soal Aswatama buat mengelabui Mahaguru Durna, Arjuna yang membunuh Karna selagi roda keretanya terperosok, Setyaki yang menyerang musuhnya disaat sedang semedi, ataupun Bima yang menyerang tubuh bagian bawah Duryudana. Toh perang kurusetra ini juga terjadi karena permasalahan judi dadu antara Yudhistira dan Sengkuni dan Duryudana. Kalau saja Pandawa mau nrimo dan tidak mempermasalahkan, pasti nggak perlu ada banyak nyawa yang melayang, hal ini juga akhirnya disadari dan disesali oleh Yudhistira di akhir perang.

Di Mahabharata ini ,peran terbesar dan pemegang skenarionya adalah Batara Wisnu (salah satu trimurti Hindu, dewa pemelihara) yang mennyaru kedalam Sri Kresna, raja Dwaraka (dalam perang jadi sais kereta arjuna). Kresna-lah yang mengatur kematian Bhisma dengan memakai Srikandi, membunuh Durna melalui Drustadumya,  dan bahkan Gatotkatcha yang dijadikan tameng martir karena mati di tangan Prabu Karna dengan tombak Konta yang seharusnya disimpan untuk kemudian akan dipakai untuk membunuh Arjuna.

Memang tidak semua hitam dan tidak semua putih, namun Sang Maha Kuasa (disini Wisnu, Kresna) selalu punya skenario yang mengatur plot jalanya cerita, dan cuma sedikit orang yang sadar dan punya kebijaksanaan yang cukup untuk memahaminya. seperti Bhisma yang pasrah ketika Kresna akan melanggar sumpahnya dan sudah berancang-ancang untuk membunuhnya karena Bhisma tahu kalau Kresna adalah jelmaan dari Wisnu.

Jadi, pihak yang didukung dan dinaungi oleh Yang Maha Kuasa adalah pihak yang akan memperoleh kemenangan. Ayo-ayo pada baca Mahabharata ! 🙂

Iklan

Maria Eva nggak Seseksi Luna & Tary

Langsung to the point saja, saya bosen,  jenuh,  capek,  muak sama berita aril aril aril aril bukan masalah videonya, tapi gemes dengan cara kepolisian dalam menangani Aril.

Masih ingat soal Yahya Zaini? anggota DPR yang juga video mesumnya beredar beberapa waktu lalu, yang kemudian tidak ada tindak lanjut sama sekali dari kepolisian, bahkan Maria Eva, denger-denger malah mau nyalon jadi pejabat.

Kalai Aril dianggap bersalah karena dia seorang public figure, bagaimana dengan YZ? dia adalah anggota DPR yang dipilih melalui pemilihan, orang yang memikul suara rakyat di negara, secara moril, justru beban yang ditanggung YZ lebih besar daripada Aril yang cuma penyanyi biasa.

Kemana semangat equality before the law yang digemborkan di fakultas-fakultas hukum di semua universitas ? kemana perginya 3 nilai hukum yang dijunjung oleh Radbruch? bagaimana masyarakat bisa memperoleh manfaat dari kepastian yang ada kalau tidak ada keadilan didalamnya?

oh mungkin soalnya Maria Eva ndak seseksi Luna Maya & Cut Tary ding


Gravatar

blog sederhana dari pemikiran saya yang juga ndak kalah sederhananya, silahkan dinikmati

ayo-ayo buat yang ga sempet buka blog ini bisa baca via email, gampang kok tinggal klik disini

Bergabunglah dengan 22 pengikut lainnya

Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

my tweets @rianadhivira

wordpress visitors